Juli 17, 2013

Sekilas tentang Peremajaan Kota


Menurut Djoko Sujarto (Sujarto, 1985:2), peremajaan kota dapat dilihat dalam tiga lingkup, yaitu :
1.         Peremajaan kota sebagai suatu proses, sebagai suatu proses peremajaan kota diartikan sebagai proses pengembangan kembali bagian wilayah kota yang telah terbangun untuk meningkatkan produktivitas serta kegunaan bagian wilayah kota tersebut.
2.         Peremajaan kota sebagai suatu fungsi, sebagai suatu fungsi peremajaan kota diartikan sebagai kegiatan untuk menguasai, menata dan merehabilitasi atau membangun kembali suatu bagian wilayah kota yang telah rusak untuk dapat menampung kegiatan-kegiatan yang konsisten dengan rencana kota yang ada.
3.         Peremajaan kota sebagai suatu program,  sebagai suatu program peremajaan kota dapat merupakan bgian dari suatu kegiatan pelaksanaan pembangunan kota yang terkoordinir dan terpadu.

Pengertian peremajaan kota yang lain, seperti dikutip oleh Achadiat Dritasto (1998:68-69) dari Mochtarram, yaitu sebagai berikut :
1.         Menurut Grebler; peremajaan kota adalah usaha perubahan lingkungan perkotaaan yang disesuaikan dengan rencana dan perubahan tersebut dilakukan secara besar-besaran untuk dapat memenuhi tuntutan baru kehidupan di kota.
2.         Menurut Parry Lewis; peremajaan kota adalah pembongkaran secara besar-besaran dari bangunan yang pada umumnya sudah tua agar terdapat lahan kosong yang cukup besar sehingga dapat direncanakan dan dibangun kelompok bangunan baru, jalan dan ruang terbuka.
3.         Menurut Weimer dan Hoyt; peremajaan kota adalah meliputi usaha-usaha rehabilitasi untuk memperbaiki struktur di bawah standar sehingga memenuhi standar yang seharusnya; konservasi adalah menyangkut rehabilitasi dan pemeliharaan dengan maksud meningkatkan mutu suatu daerah; redevelopment yaitu pembongkaran, pembersihan dan pembangunan kembali suatu daerah.

Pengertian lainnya yang dikutip dari tugas akhir Rica Swasti, menurut Danisworo (Swasti, 1998:17), yaitu peremajaan kota dapat diartikan sebagai salah satu pendekatan dalam proses perencanaan kota yang diterapkan untuk menata kembali suatu kawasan di dalam kota dengan tujuan untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih memadai dari kawasan kota tersebut sesuai dengan potensi serta nilai ekonomi yang dimilikinya.
Pengertian peremajaan kota lainnya yang dikutip dari Laporan Studio Perencanaan Kota, Teknik Planologi-Institut Teknologi Nasional, 1994, yaitu peremajaan kota adalah perubahan kota secara fisik terhadap bangunan dan fasilitas yang sudah rusak atau menurun kualitasnya. Perubahan-perubahan tersebut dilakukan untuk mengatasi tekanan akibat perubahan sosial ekonomi. Peremajaan kota juga merupakan suatu hal yang terus menerus dilakukan karena keadaan penduduk dan kebutuhannya selalu berubah.
Peremajaan kota (urban renewal) merupakan usaha yang dilakukan untuk mengatasi dan mengantisipasi semakin meluasnya dampak negatif pada perkembangan kota. Dalam hal ini peremajaan kota dilakukan untuk mengatasi masalah kerusakan suatu kawasan/kota (urban blight), yaitu mencakup kerusakan dan kemunduran kualitas dari bangunan-bangunan kota dan lingkungannya, atau jika diukur menurut standar yang berlaku, kondisi bangunan dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat.

Menurut Chapin (Chapin, 1965:311-312), kerusakan kawasan perkotaan terdiri atas dua macam, yaitu :
1.      Kerusakan yang sederhana/ringan (“simple form of urban blight”), meliputi : kerusakan-kerusakan struktural, tidak ada fasilitas sanitasi, pemeliharaan lingkungan yang elementer kurang, penumpukan sampah, bau/bising, kekurangan fasilitas sosial, dan sebagainya.
2.      Kerusakan kawasan kota yang kompleks/rumit (“complex form of urban blight”), meliputi : tata guna lahan yang campur aduk, pembagian dari blok-blok rumah dan jalan-jalan yang tidak praktis, kondisi yang tidak sehat, keadaan yang tidak aman serta membahayakan, dan sebagainya.

Peremajaan kota dilakukan dengan pertimbangan beberapa faktor, diantaranya adalah faktor ekonomi dan faktor non-ekonomi. Faktor pertimbangan ekonomi, menurut Richardson (Dritasto, dkk., 1998:69) ada dua hal yang mengakibatkan diperlukannya usaha peremajaan kota, yaitu :
1.      Pertama, keadaan buruk perumahan penduduk berpenghasilan rendah di pusat kota,
2.  Kedua, adanya kebutuhan akan lokasi di pusat kota untuk kegiatan komersial maupun perumahan penduduk berpenghasilan tinggi.

Peta Google Earth Kota Makassar

Juli 14, 2013


Do’a Rabiah dari Basrah

Wahai Tuhanku,
Apa pun jua bahagiaan dari dunia kini yang akan Kau
anugerahkan padaku, anugerahkan itu pada musuh-musuh-Mu
dan pun jua bahagiaan dari dunia akan tiba

Wahai Tuhanku,
Urusanku dan gairahku di dunia kini dan dunia akan
tiba adalah semata mengingat Dikau di atas segalanya.
Dari kesegalaan di semesta pilihanku adalah
berangkat menemui-Mu. Inilah yang akan kuucapkan
kelak “Dikaulah segalanya.”

Wahai Tuhanku,
Tanda paling permata dalam hatiku adalah harapanku pada-Mu
dan kata paling gula di lidahku adalah pujian pada-Mu
dan waktu paling kurindu adalah jam ketika aku bertemu dengan Kau

Wahai Tuhanku,
Aku tak dapat menahan hidup duniawi ini tanpa mengingat-Mu
Dan bagaiman mungkin daku hidup di dunia
akan tiba tanpa menatap wajah-Mu?

Wahai Tuhanku,
Inilah keluhanku. Daku ini orang asing di kerajaan-Mu
dan mati kesepian di tengah-tengah penyembah-Mu.
Wahai Tuhanku, jangan jadikan daku kelewang di tengah penakluk perkasa.
Jelmakan daku jadi tongkat kecil penunjuk jalan bagi si orang buta.

Wahai Tuhanku,
Jangan jadikan aku pohon besar yang kelak jadi tombak dan goda peperangan.
Jelmakan daku jadi batang kayu rimbun di tepi jalan
tempat musafir berteduh memijat kakinya yang lelah

Wahai Tuhanku,
Sesudah daku mati,masukkandaku ke neraka
dan jadikan jasmaniku memenuhi seluruh ruang neraka
sehingga taka da orang lain dapat dimasukkan kesana.

Wahai Tuhanku,
Bilamana daku menyembah-Mu karena takut neraka,
Jadikanlah neraka kediamanku.
Dan bilamana daku menyembah-Mu karena gairah nikmat surga,
maka tutuplah pintu surga selamanya bagiku.

Tetapi apabila daku menyembah-Mu demi Dikau semata,
maka jangan larang daku menatap keindahan-Mu yang abadi.

**Puisi karya Rabiah Adawiyah pada abad ke-8 Masehi,
diterjemahkan oleh Taufik Ismail pada tahun 1975.

Juni 11, 2013

PERANAN GIS DALAM PERENCANAAN KOTA



1.   Apa sih GIS/SIG itu???
SIG merupakan suatu bidang kajian ilmu yang dapat digunakan oleh berbagai disiplin ilmu sehinggaa computer system for capturing, managing, integrating, manipulating, analysing and displaying data which is spatially referenced to the Earth). ESRI sebagai suatu vendor besar yang bergerak dalam bidang GIS mendefinisikan GIS sebagai kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, memuktahirkan, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan semua bentuk informasi yang mempunyai referensi geografi. Berdasarkan International GIS Dictionary, pengertian dari SIG adalah sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data yang bereferensi geografis atau data geospatial.
 Secara umum, fungsi GIS yang sangat penting adalah kemampuan untuk menganalisis data, terutama data spasial yang kemudian menyajikannya dalam bentuk informasi spasial berikut data atributnya yang bisa mendukung dalam pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.
2.   Peranan GIS
  
Fungsi dasar peta (GIS) adalah menempatkan sesuatu sesuai keberadaan atau kejadiannya di muka bumi. Beberapa keuntungan lain yang didapat dari GIS antara lain; dengan GIS terutama jika menggunakan komputer maka perubahan yang terjadi bisa digambarkan dengan cepat jika dibandingkan dengan cara manual yang harus menggambarkan segala sesuatunya dari awal semisal menggambar peta desa manual dan kemudian menambahkan informasi baru tersebut. Dengan GIS, sejak awal peta desa menjadi obyek tersendiri yang terpisah dari obyek lainnya misal lokasi satu rumah, di mana bisa dipakai lagi untuk keperluan lain.
GIS mempunyai fungsi penyimpanan yang terstruktur sesuai keinginan si pemakai. Sehingga dengan begitu beberapa hal yang tidak perlu (misal penggambaran manual dan pengulangan) menjadi tidak selalu diperlukan, sehingga pekerjaan bisa lebih sederhana dan efektif. Selain itu perubahan-perubahan informasi bisa dimasukan dan digambarkan secara cepat karena menggunakan komputer.
Disamping itu semua, fungsi sangat penting adalah kemampuan GIS untuk menganalisa informasi-informasi geografis dalam memahami fenomena ruang yang terjadi dan kemudian hal tersebut menjadi acuan untuk pengambilan keputusan di berbagai tingkatan kehidupan.
Hal ini juga ditunjang dengan maksud, latar belakang, dan metode-metode atau pengetahuan yang terlibat di dalam proses melakukan GIS. Contoh, GIS bisa memetakan trend atau pola sesuatu, dia bisa menggambarkan di mana saja wilayah-wilayah yang rentan bencana di suatu kabupaten setelah menganalisa data-data/peta curah hujan, lereng, jenis tanah, tutupan lahan, dan kejadian bencana sebelumnya hanya dalam waktu singkat.
Perencanaan wilayah sangatlah terbantu dengan adanya GIS,  seperti dalam merencanakan pembangunan sarana kesehatan di suatu maka seorang perencana harus melihat akan kondisi eksisting lokasi yang akan dibangun. Kemudian menganalisa mengenai persebaran penduduk dan juga radius pelayanan masyarakat berdasarkan data GIS yang ada. Dalam hal ini tentunya keberadaan GIS sangatlah membantu dalam perencanaan.
Bahkan GIS digunakan juga untuk hal-hal yang bersifat sosial kemasyarakatan, di dalam pemberdayaan masyarakat misalnya, beberapa organisasi non pemerintah menggunakan GIS dalam pemetaan partisipatif bersama masyarakat desa. Ini bisa membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat atas apa yang ada dan terjadi di wilayah mereka.
Selain itu juga GIS menghasilkan alat komunikasi yang efektif, peta bisa digunakan sebagai alat negosiasi dan bahkan bisa mempengaruhi keputusan-keputusan di tingkat pemerintah atas suatu lokasi. Sebagai alat berbagi informasi.
Itulah mengapa dalam GIS juga diperlukan sense of art atau rasa seni baik itu seni dalam arti teknik-teknik penggambaran yang bagus maupun seni mengkomunikasikan (berkomunikasi). Mungkin peta akan lebih “hidup” jika disertai dengan foto-foto yang berhubungan.
Penyusunan tata ruang merupakan tugas besar seorang perencana kota dan melibatkan berbagai pihak yang dalam menjalankan tugas tidak terlepas dari data spasial. Data spasial yang dibutuhkan dalam rangka membuat suatu perkiraan kebutuhan atau pengembangan ruang jangka panjang adalah bervariasi mulai dari data yang bersifat umum hingga detail. Bentuk data spasial untuk kegiataan penataan ruang umumnya berupa peta digital dan peta analog yang masing-masing mempunyai karakteristik dan spesifikasi yang berbeda, dimana jenis dan ruang lingkup serta kedetailan rencana tata ruang sangat menentukan. Peranan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi semakin jelas dalam penyusunan tata ruang. Dalam penyusunan tata ruang dibutuhkan informasi spasial yang semakin rinci yang dapat diidentifikasi. Kedua hal ini sangat berpengaruh kepada jenis data penginderaan jauh. Beberapa contoh penginderaan jauh  antara lain penyusunan peta tata lingkungan, peta tata ruang, peta tata guna lahan dan peta desain guna lahan.
Penggunaan teknologi GIS dalam pengelolaan konstruksi bangunan dapat membantu managemen proyek melihat kemajuan proyek melalui pangkalan data dengan menampilkan informasi gambar dan atribut secara bersamaan. Teknologi informasi ini dapat melakukan pertanyaan (query), pencarian (search) dan perbaikan yang dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Untuk pengaplikasian GIS dalam proyek konstruksi bangunan, maka perlu dibangunkan pangkalan data GIS terlebih dahlulu. Pembangunan pangkalan data GIS dilakukan seperti membagikan setiap lantai bangunan menjadi beberapa sektor ruang, setiap lantai diwakili sebagai lapisan (layer) dan setiap komponen bangunan seperti tiang, balok, pondasi, bukaan dan seterusnya disimpan dalam pangkalan data dengan atribut yang menjelaskan setiap komponen yang terkait seperti tanggal dimulai pekerjaan, tanggal diperkirakan selesai, jenis bahan yang digunakan, ukuran atau posisi dan sebagainya .
Melalui sistem interface GIS yang didesain khusus, pihak pelaksana proyek bisa mendapatkan informasi untuk setiap elemen konstruksi dan menampilkannya pada layar dengan mudah, misalnya melihat status konstruksi dengan melihat elemen bangunan dalam sektor yang sedang dibangun, sektor yang bermasalah ataupun sektor yang memerlukan perhatian atau penanganan secepatnya. Dalam prosedur request for information (RFI), pihak kontraktor akan mengemukakan masalah yang dihadapi mengenai suatu elemen bangunan kepada pengawas proyek untuk mendapat kepastian. Melalui sistem teknologi GIS pihak pengawas akan mendapatkan lansung elemen tersebut dari pangkalan data dan memindahkan informasi tersebut kepada pihak konsultan arsitek dengan secepatnya.
Setiap elemen yang mempunyai RFI bisa dilihat lokasinya langsung pada gambar bangunan. Lokasi strategis untuk crane pengangkut material bangunan juga dapat dilakukan dengan menggunakan perintah (command) buffer dari beberapa posisi lahan yang direncanakan. Selain itu, teknologi GIS juga dapat membantu pihak managemen memantau kualitas pekerjaan pembangunan konstruksi bangunan dengan mengambil gambar foto atau rekaman video setiap tahap pekerjaan konstruksi kemudian dapat disimpan dalam pangkalan data GIS yang dihubungkan dengan elemen atau ruang yang berkenaan.
GIS juga dapat melakukan analisis apabila terjadinya keterlambatan pekerjaan dan menampilkan bagian bangunan yang efisien ataupun yang tidak efisien dan menghubungkannya dengan biaya yang telah digunakan. Selain itu GIS juga mamapu menganalisis dampak biaya pembangunan apabila terjadi keterlambatan pekerjaan dan dapat mengetahui mengapa hal tersebut terjadi. Keberhasilan dalam pekerjaan konstruksi bangunan bermakna tercapainya tujuan pembangunan fisik bangunan sesuai dengan anggaran biaya yang tersedia serta selesai dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. 

Gambar Contoh aplikasi GIS dalam Pemetaan



Mei 14, 2013

Aku & Senja

Aku terpaku di depan layar
Senja Mulai Menyapa

Aku beradu di atas keyboard
Senja tersenyum dari celah kaca

Aku menghela nafas panjang
Senja tertawa di belakangku

Aku melangkah pergi
Senja telah lebih dulu beranjak

Kisahku dan senja selalu beradu